Kamis, 09 Agustus 2018

KESEHATAN

Riset Dampak Deforestasi pada Kesehatan Perlu Dilakukan

Janod Adhiwena.s
Senin, 07/08/2018




10 Negara dengan Kawasan Hutan atau Tanah Terbesar, Indonesia?
10 Negara dengan Kawasan Hutan atau Tanah Terbesar, Indonesia?




Jakarta, Riset terkait deforestasi dan dampaknya terhadap kesehatan sangat penting untuk dilakukan, terutama di Indonesia yang sangat sering melakukan pembukaan hutan, kata peneliti senior Indohun (Indonesia One Health University Network) Agus Suwandono.


"Deforestasi tidak hanya mengubah nasib tanaman ataupun satwa yang hidup di atasnya, tapi juga berdampak luas pada lingkungan sekitarnya dan manusia dalam segi kesehatan," kata Agus Suwandono yang juga peneliti senior Indohun (Indonesia One Health University Network) dalam siaran persnya, Selasa.

Dalam pembukaan hutan, yang pertama perlu diperhatikan adalah pemanfaatan hasil analisis dampak lingkungan secara maksimal. Yang kedua, perlu memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, katanya.

Saat ini analisis dampak lingkungan untuk pembukaan hutan sudah banyak dipenuhi, namun follow-uppelaksanaan hasilnya masih kurang dan tidak konsekuen seperti yang banyak terjadi pada kasus pembukaan lahan baru untuk pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.

Masalah perubahan penggunaan lahan hutan menjadi non-hutan atau deforestasi memerlukan pendekatan dan kerjasama multisektor untuk menemukan solusi yang menyeluruh dan efektif, tambahnya.

Diperlukan studi lebih lanjut, tidak hanya sekedar melarang manusia memanfaatkan lahan untuk industri ataupun kepentingan ekonomi lainnya, namun untuk memberikan alternatif penggunaan lahan secara maksimal dengan dampak negatif minimal terhadap biodiversitas, ujarnya.

Salah satu bentuk pendekatan dan kerjasama multisektor, pada 2018 ini telah dijalin kerjasama antara INDOHUN (Indonesia One Health University Network), University of Minnesota, AS dan Eco Health Alliance (EHA) untuk melakukan riset yang diberi nama Disease Emergence and Economics Evaluation of Altered Landscapes (DEAL).

Riset ini bertujuan untuk meringankan dampak negatif akibat perubahan lahan yang mungkin terjadi pada masyarakat Indonesia, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Wiku Adisasmito mengungkapkan, studi mengenai perubahan lahan saat ini lebih banyak ditekankan kepada untung ruginya dalam segi ekonomi dan lingkungan, namun pendekatan ilmiahnya terhadap kesehatan masyarakat masih kurang diperhatikan.

"Pembangunan yang baik dimulai dari sumber daya manusia yang sehat, sehingga perlu adanya mitigasi ancaman pembangunan kepada kesehatan masyarakat," kata Wiku.

Menurut Wiku, perubahan penggunaan lahan memiliki dampak terhadap kesehatan, selain terkait perubahan lingkungan vektor penyebar penyakit zoonotik di alam, juga dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan lain, seperti gangguan pernapasan akibat asap hasil pembakaran lahan yang juga berdampak lintas negara.

Degradasi lingkungan dan perubahan penggunaan lahan menjadi ancaman bagi manusia berkaitan dengan peningkatan kontak manusia dengan satwa liar sebagai penghuni lahan yang terganggu habitatnya. Hal ini berpotensi mengakibatkan terjadinya infeksi dari satwa liar ke manusia.

Selain itu, perubahan penggunaan lahan juga memiliki dampak ekonomi terkait dengan biaya yang dibutuhkan untuk konversi penggunaan lahan dari hutan menjadi non-hutan, kerugian akibat kerusakan alam, dan biaya perawatan kesehatan akibat penyakit zoonotik yang ditimbulkan.






Olahraga Berat Tanpa Pendampingan Dapat Sebabkan Nyeri Lutut

Janod Adhiwena.s
Rabu, 08/08/2018




Olahraga Berat Tanpa Pendampingan Dapat Sebabkan Nyeri Lutut
Dr Pramod Bhor selaku ahli tulang dari Rumah Sakit Hiranandani Vashi, India, mengungkapkan bahwa tindakan pencegahan perlu dilakukan selama berolahraga. (Foto: Victor Freitas/Unsplash.com)



Jakarta: Olahraga adalah salah satu aktivitas penting untuk menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh. Namun tahukah Anda bahwa olahraga berat tanpa bimbingan yang tepat justru dapat membahayakan tubuh seperti nyeri lutut?

Dr Pramod Bhor selaku ahli tulang dari Rumah Sakit Hiranandani Vashi, India, mengungkapkan bahwa tindakan pencegahan perlu dilakukan selama berolahraga.

"Aktivitas yang menyebabkan nyeri lutut adalah aerobik, zumba, latihan jongkok dengan beban dan berlari berlebihan tanpa pelatihan," tukasnya.

(Baca juga: Hindari Cedera, Jangan Sembarang Olahraga Angkat Beban)


("Aktivitas yang menyebabkan nyeri lutut adalah aerobik, zumba, latihan jongkok dengan beban dan berlari berlebihan tanpa pelatihan," tukas Dr Pramod Bhor selaku ahli tulang dari Rumah Sakit Hiranandani Vashi, India. Foto: Justyn Warner/Unsplash.com)

Namun, tidak semua orang yang mengikuti pola latihan ini menghadapi masalah yang sama. "Pasien dengan cedera sebelumnya, arthritis dan masalah metabolisme lebih rentan terhadap nyeri lutut," tambahnya. 

Olahraga berat dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan, ligamen dan meniscus. Oleh karena situ, ia menyarankan untuk memulihkan olahraga dengan kecepatan lambat terlebih dahulu, sebelum selain ditambahkan dengan pendampingan pelatih. 

Selain itu, istirahat yang cukup dan persiapan sebelum berolahraga adalah beberapa tindakan pencegahan yang disarankan.

"Gunakan toilet duduk, hindari duduk bersila dan jongkok. Selain itu, perkuat otot untuk menghindari nyeri lutut," ujarnya.






Tarian Poco-poco Cara Sehat yang Menyenangkan

Janod Adhiwena.s
Selasa, 07/08/2018



Tarian Poco-poco Cara Sehat yang Menyenangkan
Gerakan senam yang sederhana seperti gimnastik atau senam ini ternyata memiliki keunggulan yaitu mempertahankan kesehatan tubuh sekaligus memperkuat tulang. (Foto: Dok. Le Minerale)




Jakarta: Siapa yang tidak mengetahui tarian poco-poco. Gerakan yang sederhana dengan dua langkah kecil ke kanan kembali ke tempat kemudian mundur satu langkah ke belakang dan maju ke depan kemudian berputar ini diambil dari tarian tradisional Maluku bernama Wayase atau Maku-Maku.

Tarian Maku-Maku sendiri adalah seni pertunjukan yang berasal dari Maluku dan bersifat sosial karena memiliki tujuan untuk mempererat keakraban anggota masyarakat Maluku.


Dan Minggu, 5 Agustus 2018 lalu tarian ini memecahkan rekor Guinness World Records 2018 karena dilakukan oleh 65.000 peserta dengan menghadirkan 1.300 instruktur dan 1.300 asisten instruktur sepanjang 15 km, termasuk dilakukan oleh presiden Joko Widodo dan jajaran pemerintahan lainnya.

Dari mulai Istana Negara hingga Monas, kawasan Gelora Bung Karno dengan melewati Jalan MH Thamrin dan Sudirman. Senam Poco-poco ini juga sebagai bentuk kegiatan yang sekaligus memperkenalkan sebagai salah satu budaya asli Indonesia di kancah Internasional. 

(Baca juga: Neuromove, Senam untuk Hindari Neuropati)

"Senam poco-poco menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia dengan gerakan yang mudah dilakukan dapat menjadi salah satu cara menyenangkan yang dapat dilakukan untuk memulai gaya hidup sehat," ujar Febri Hutama, Marketing Manager Le Minerale yang merupakan bagian official mineral water partner dari Senam Poco-poco Nusantara untuk mencetak rekor dunia dalam Guinness World Records 2018 ini.

Menurut Dr Wm A. Sands, Ph.D dari Motor Behavior Research Laboratory, Department of Exercise and Sport Science, University of Utah mengatakan gerakan senam yang sederhana seperti gimnastik atau senam ini ternyata memiliki keunggulan yaitu mempertahankan kesehatan tubuh sekaligus memperkuat tulang.

"Secara fisik olahraga ini menyehatkan, fleksibel, dan merupakan olahraga yang aman untuk dilakukan oleh semua usia," tambahnya dalam laman Usagym.

Senam Poco-poco Nusantara terbesar yang bertajuk “The Largest Poco-poco Dance” ini masuk dalam kategori Human Body Modification-Largest Gathering Dance in a Time selaras dengan kampanye Gerakan Indonesia Sehat Le Minerale (move right, eat right dan drink right) yang turut mendukung penyelenggaraan Senam Poco-poco Nusantara 2018 dalam memecahkan rekor Guinness World Records 2018 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar