Penguatan Dolar AS Membebani Harga Emas
Janod Adhiwena.s
Jum'at, 10/08/2018
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/713003/original/ilustrasi-emas-rupiah-140723-andri.jpg)
Ilustrasi Harga Emas
London - Harga emas bergerak mendatar seiring penguatan Dolar yang membebani momentum kenaikan logam mulia ini. Meskipun demikian, harga emas sempat mengambil peluang dari kestabilan mata uang China, yuan.
Melansir laman Reuters, Jumat (10/8/2018), harga emas di pasar spot mendatar ke posisi USD 1.213,05 per ounce. Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember turun USD 1,10, atau 0,1 persen menjadi USD 1.219,90 per ounce.
"Kami masih berpikir (emas) akan bergerak lebih tinggi di babak kedua karena dolar yang sedikit melemah. Pemerintah China mencoba untuk menghentikan yuan (dari) pelemahannya, dan kita akan memiliki lebih banyak kekhawatiran atas perdagangan," kata analis Bank of America-Merrill LynchMichael Widmer.
Emas sangat berkorelasi dengan yuan dalam beberapa tahun terakhir. Selama berminggu-minggu, mata uang Cina ini bertindak sebagai proxy di tengah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-Cina.
Kini Dolar tercatat menguat terhadap sekeranjang mata uang utama dipicu memudarnya ketegangan geopolitik.
Dolar yang kuat membuat harga emas lebih mahal untuk investor non-AS. "Saat ini, emas dalam pola bertahan sampai Anda mendapatkan lebih banyak data," kata Josh Graves, Ahli Komoditas Senior RJO Futures.
Saat ini, emas gagal mengambil manfaat dari meningkatnya ketegangan geopolitik di tahun ini. Investor lebih memilih pengamanan investasi seperti keamanan dolar ketimbang emas.
Ketegangan yang dimaksud terkait rencana China akan mengenakan tarif impor balasan sebesar 25 persen atas impor senilai USD 16 miliar terhadap AS.
Di sisi lain, Washington mengatakan akan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia terkait masalah agen.
Apalagi, Federal Reserve juga telah menaikkan suku bunga AS dua kali pada tahun ini dan menargetkan dua kenaikan lagi. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan dolar dan imbal hasil treasury, yang menambah tekanan pada emas.
Adapun harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 15,45 per ounce, sementara platinum tidak berubah dari posisi USD 826,50. Harga Palladium meningkat 0,7 persen menjadi USD 906 per ounce.
Harga Minyak Tertekan Penurunan Permintaan
Janod Adhiwena.s
Jumat, 10/08/2018

Ilustrasi. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilustrasi penjualan rumah. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil Survei Residensial Pasar Primer Bank Indonesia () mencatat penjualan properti residensial merosot hingga turun 0,08 persen pada kuartal II 2018 dari sebelumnya tumbuh di kisaran 10,55 persen pada kuartal I 2018.
Direktur Departemen Statistik BI Gantiah Wuryandani mengatakan penjualan rumah turun karena melemahnya daya beli masyarakat. Penurunan penjualan terutama terjadi pada rumah kelas menengah dari 33,71 persen pada kuartal I 2018 menjadi minus 17,29 persen pada kuartal II 2018.
Begitu pula dengan penjualan rumah kelas atas yang turun dari 28,63 persen menjadi minus 4 persen pada periode yang sama. Sementara itu, penjualan rumah kelas bawah justru meningkat signifikan dari minus 1,97 persen menjadi 11 persen.
Ia menilai peningkatan daya beli masyarakat kelas bawah terjadi karena derasnya bantuan subsidi di sektor perumahan dari pemerintah, yaitu dengan diberikannya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ().
Direktur Departemen Statistik BI Gantiah Wuryandani mengatakan penjualan rumah turun karena melemahnya daya beli masyarakat. Penurunan penjualan terutama terjadi pada rumah kelas menengah dari 33,71 persen pada kuartal I 2018 menjadi minus 17,29 persen pada kuartal II 2018.
Begitu pula dengan penjualan rumah kelas atas yang turun dari 28,63 persen menjadi minus 4 persen pada periode yang sama. Sementara itu, penjualan rumah kelas bawah justru meningkat signifikan dari minus 1,97 persen menjadi 11 persen.
Ia menilai peningkatan daya beli masyarakat kelas bawah terjadi karena derasnya bantuan subsidi di sektor perumahan dari pemerintah, yaitu dengan diberikannya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ().
"Ini karena alokasi FLPP meningkat, sehingga daya beli masyarakat kecil itu ikut meningkat dan mendorong penjualan. Meski tidak berlaku di kalangan menengah dan atas," katanya di Kompleks BI, Kamis (9/8).
Data BI mencatat pembiayaan FLPP mencapai Rp958 miliar. Jumlah ini meningkat 102,11 persen dari kuartal sebelumnya di minus 38,81 persen pada kuartal snebelumnaya,
Selain itu, indikasi minimnya daya beli kalangan menengah dan atas tercermin dari peningkatan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan masih adanya batasan rasio uang muka (Down Payment/DP) dari bank. Maklum saja, bunga KPR dan DP yang tinggi akan membuat masyarakat pikir-pikir lagi untuk membeli rumah.
Berdasarkan data BI, rata-rata suku bunga KPR bank asing dan campuran naik dari 10,07 persen pada Maret 2018 menjadi 10,19 persen pada Juni 2018. Sedangkan rata-rata bunga KPR Badan Pembangunan Daerah (BPD) naik dari 11,95 persen menjadi 12,25 persen pada periode yang sama.
Data BI mencatat pembiayaan FLPP mencapai Rp958 miliar. Jumlah ini meningkat 102,11 persen dari kuartal sebelumnya di minus 38,81 persen pada kuartal snebelumnaya,
Selain itu, indikasi minimnya daya beli kalangan menengah dan atas tercermin dari peningkatan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan masih adanya batasan rasio uang muka (Down Payment/DP) dari bank. Maklum saja, bunga KPR dan DP yang tinggi akan membuat masyarakat pikir-pikir lagi untuk membeli rumah.
Berdasarkan data BI, rata-rata suku bunga KPR bank asing dan campuran naik dari 10,07 persen pada Maret 2018 menjadi 10,19 persen pada Juni 2018. Sedangkan rata-rata bunga KPR Badan Pembangunan Daerah (BPD) naik dari 11,95 persen menjadi 12,25 persen pada periode yang sama.
Meski, rata-rata bunga KPR bank swasta nasional justru menurun dari 11,83 persen menjadi 10,93 persen. Lalu, bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun 0,03 persen dari 9,33 persen menjadi 9,3 persen.
"Mungkin bank swasta nasional ini lebih efisien, misalnya beban operasionalnya lebih rendah sehingga bisa turunkan margin, jadi bisa bertahan bahkan turun," katanya.
Tak ketinggalan, penjualan rumah juga menurun karena ada peningkatan harga properti sekitar 0,76 persen pada kuartal II 2018 dari 1,42 persen pada kuartal sebelumnya. "Kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja bangunan," jelasnya.
Kenaikan harga tertinggi terjadi di Medan mencapai 2,94 persen secara kuartalan dan Batam sebesar 1,53 persen. Sedangkan harga rumah turun cukup dalam di Balikpapan. (agi)
"Mungkin bank swasta nasional ini lebih efisien, misalnya beban operasionalnya lebih rendah sehingga bisa turunkan margin, jadi bisa bertahan bahkan turun," katanya.
Tak ketinggalan, penjualan rumah juga menurun karena ada peningkatan harga properti sekitar 0,76 persen pada kuartal II 2018 dari 1,42 persen pada kuartal sebelumnya. "Kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja bangunan," jelasnya.
Kenaikan harga tertinggi terjadi di Medan mencapai 2,94 persen secara kuartalan dan Batam sebesar 1,53 persen. Sedangkan harga rumah turun cukup dalam di Balikpapan. (agi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar